Ini bukan cerita biasa, ini bukan cerita ngawur hanya
cerita yang bertemakan cinta tak nyata. Awal kisah dibuka oleh seorang
laki-laki buta bernama amir, dia mencintai seorang wanita yang cantik jelita
bagaikan peri di negri dongeng, wanita itu bernama mira. Sebenarnya amir tidak
buta dari lahir, tapi karena pengorbanannya yang amat begitu besar terhadap
wanita yang ia kasihi (mira) dia rela kehilangan penglihatan seumur hidupnya.
Simak kisahnya dibawah ini yah....
Cahaya Untuk Mira
Namanya
adalah amir, seorang lelaki yang sederhana, pandai dan jujur, meskipun dia
adalah sorang lelaki yang sederhana tapi dia adalah seorang anak pengusaha yang
kaya raya. selama ini dia belum pernah berpacaran, dia sangat benci kepada para
remaja yang seumuran dengannya yang selalu mengutamakan kekasihnya dari pada
kepada kedua orang tua mereka. Suatu ketika disaat hari mulai petang dia sedang
mengendarai mobil pribadinya, dijalan dia hampir saja menabrak seorang gadis
yang seumuran dengannya, suara gesekan ban mobil dengan permukaan aspal
terdengan amat nyaring sehingga gadis itu merasa takut dan kaget.
“AAA... “
teriak gadis itu “apa kamu baik-baik saja?” tanya amir khawatir “iya aku hanya
sedikit kaget” jawab gadis itu “baiklah kalau kamu baik-baik saja, lain kali
kalo berjalan harus hati-hati yah, aku hampir saja menabrakmu...” kata amir
sedikit memberi nasihat “maaf aku..” “iya...”tanya amir “aku gadis buta, aku
sedang berjalan menuju rumah, tapi aku gak tahu jalannya aku hanya bisa
menyusuri jalan ini saja” sejenak amir terdiam dan berkata “maaf, aku tidak
tahu kalau kamu buta, memangnya rumah kamu dimana, biar aku antar kamu, lagian
hari sudah mulai gelap gak baik anak gadis jalan sendirian” gadis itu hanya
mengangguk dan berterima kasih “terimakasih”.
Amir pun
mengantarkan gadis buta itu dirumahnya, didalam perjalanan amir meanyakan nama
gadis tersebut “hmm, aku belum tahu nama kamu siapa dan kenapa kamu bisa jalan
sendirian?” “oh, nama ku mira, sebenarnya tadi aku sedang pergi ke pasar
tradisional bersama kakakku, tapi entah kenapa di meninggalkanku sendirian” “oh
begitu...”
Sesampainya
dirumah mira, begitu amat terkejutnya amir melihat tempat tinggal gadis buta
itu “apa ini rumahmu?...” “iya, ini
rumahku” yap, mira adalah seorang gadis buta yang tinggal disebuah panti
asuhan. Menurut cerita mira ditemukan didepan panti asuhan saat itu mira
berumur 1,5 tahun. entah apkah mira adalah anak haram ataukah orang tuannya
sengaja membuangnya hanya karena dia buta.
Sejak hari
itu, amir selalu mengunjungi panti asuhan untuk bertemu dengan mira, umur mira
sebenarnya leboh tua 2 tahun dari amir, namun begitu rupanya amir menyukai mira
dan merasa simpati kepadanya. 1 tahun kemudian “mira, apakah kamu mau menjadi
istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?” sejenak mira tersenym dan
mengangguk dengan pasti “iya mas, aku mau jadi istrimu”.
Beberapa
hari kemudian orang tua amir pulang dari inggris dan mencoba ingin mengenalkan
anaknya (amir) dengan seorang gadis berparas cantik, kaya dan pintar. Gadis itu
bernama via, “amir, nanti malem kamu gak sibuk kan?” tanya pak gun kepada
anaknya “kebetulan nanti malem aku gak sibuk yah” jawab amir seperti biasanya
sopan dan santun “bagus kalo gitu, nanti malem ayah mau ngenalin kamu sama
gadis, calon istri kamu nanti”.
Sejenak
amir kaget dan bingung, ia ingin mengatakan bahwa ia sudah memiliki calon
pasangannya sendiri tapi ia pun tidak habis hati untuk menolak keinginan
ayahnya “yah, sebenarnya amir...” “iya...?” tanya pak gun “saya sudah punya
pilihan hati sendiri yah” dengan malunya “apa?... kenapa kamu gak bilang,
yasudah kalau begitu besok ajak calon istrimu itu dihadapan ayah dan mamah” pak
gun sambil meninggalkan amir.
Singkat
cerita. Sesampainya dikamar “gimana yah, amir mau gak kita jodohin?” tanya bu hera
“hmm, anak kita rupanya sudah memiliki calonnya sendiri mah” jawab pak gun
sambil duduk “apa?... terus apa perempuan itu selevel sama keluarga kita?”
“ayah gak tau mah, kita liat aja besok” “besok?... apa kita mau langsung
melamarnya?” “ya gak dong mah, besaok amir akan bawa perempuan itu kerumah
kita” pak gun sambil menarik selimut dan beranjak tidur “yasudah!” bu hera
sambil mematikan lampu.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar