Rabu, 21 Januari 2015

cahaya untuk mira



Ini bukan cerita biasa, ini bukan cerita ngawur hanya cerita yang bertemakan cinta tak nyata. Awal kisah dibuka oleh seorang laki-laki buta bernama amir, dia mencintai seorang wanita yang cantik jelita bagaikan peri di negri dongeng, wanita itu bernama mira. Sebenarnya amir tidak buta dari lahir, tapi karena pengorbanannya yang amat begitu besar terhadap wanita yang ia kasihi (mira) dia rela kehilangan penglihatan seumur hidupnya. Simak kisahnya dibawah ini yah....
Cahaya Untuk Mira
          Namanya adalah amir, seorang lelaki yang sederhana, pandai dan jujur, meskipun dia adalah sorang lelaki yang sederhana tapi dia adalah seorang anak pengusaha yang kaya raya. selama ini dia belum pernah berpacaran, dia sangat benci kepada para remaja yang seumuran dengannya yang selalu mengutamakan kekasihnya dari pada kepada kedua orang tua mereka. Suatu ketika disaat hari mulai petang dia sedang mengendarai mobil pribadinya, dijalan dia hampir saja menabrak seorang gadis yang seumuran dengannya, suara gesekan ban mobil dengan permukaan aspal terdengan amat nyaring sehingga gadis itu merasa takut dan kaget.
          “AAA... “ teriak gadis itu “apa kamu baik-baik saja?” tanya amir khawatir “iya aku hanya sedikit kaget” jawab gadis itu “baiklah kalau kamu baik-baik saja, lain kali kalo berjalan harus hati-hati yah, aku hampir saja menabrakmu...” kata amir sedikit memberi nasihat “maaf aku..” “iya...”tanya amir “aku gadis buta, aku sedang berjalan menuju rumah, tapi aku gak tahu jalannya aku hanya bisa menyusuri jalan ini saja” sejenak amir terdiam dan berkata “maaf, aku tidak tahu kalau kamu buta, memangnya rumah kamu dimana, biar aku antar kamu, lagian hari sudah mulai gelap gak baik anak gadis jalan sendirian” gadis itu hanya mengangguk dan berterima kasih “terimakasih”.
          Amir pun mengantarkan gadis buta itu dirumahnya, didalam perjalanan amir meanyakan nama gadis tersebut “hmm, aku belum tahu nama kamu siapa dan kenapa kamu bisa jalan sendirian?” “oh, nama ku mira, sebenarnya tadi aku sedang pergi ke pasar tradisional bersama kakakku, tapi entah kenapa di meninggalkanku sendirian” “oh begitu...”
          Sesampainya dirumah mira, begitu amat terkejutnya amir melihat tempat tinggal gadis buta itu  “apa ini rumahmu?...” “iya, ini rumahku” yap, mira adalah seorang gadis buta yang tinggal disebuah panti asuhan. Menurut cerita mira ditemukan didepan panti asuhan saat itu mira berumur 1,5 tahun. entah apkah mira adalah anak haram ataukah orang tuannya sengaja membuangnya hanya karena dia buta.
          Sejak hari itu, amir selalu mengunjungi panti asuhan untuk bertemu dengan mira, umur mira sebenarnya leboh tua 2 tahun dari amir, namun begitu rupanya amir menyukai mira dan merasa simpati kepadanya. 1 tahun kemudian “mira, apakah kamu mau menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?” sejenak mira tersenym dan mengangguk dengan pasti “iya mas, aku mau jadi istrimu”.
          Beberapa hari kemudian orang tua amir pulang dari inggris dan mencoba ingin mengenalkan anaknya (amir) dengan seorang gadis berparas cantik, kaya dan pintar. Gadis itu bernama via, “amir, nanti malem kamu gak sibuk kan?” tanya pak gun kepada anaknya “kebetulan nanti malem aku gak sibuk yah” jawab amir seperti biasanya sopan dan santun “bagus kalo gitu, nanti malem ayah mau ngenalin kamu sama gadis, calon istri kamu nanti”.
          Sejenak amir kaget dan bingung, ia ingin mengatakan bahwa ia sudah memiliki calon pasangannya sendiri tapi ia pun tidak habis hati untuk menolak keinginan ayahnya “yah, sebenarnya amir...” “iya...?” tanya pak gun “saya sudah punya pilihan hati sendiri yah” dengan malunya “apa?... kenapa kamu gak bilang, yasudah kalau begitu besok ajak calon istrimu itu dihadapan ayah dan mamah” pak gun sambil meninggalkan amir.
          Singkat cerita. Sesampainya dikamar “gimana yah, amir mau gak kita jodohin?” tanya bu hera “hmm, anak kita rupanya sudah memiliki calonnya sendiri mah” jawab pak gun sambil duduk “apa?... terus apa perempuan itu selevel sama keluarga kita?” “ayah gak tau mah, kita liat aja besok” “besok?... apa kita mau langsung melamarnya?” “ya gak dong mah, besaok amir akan bawa perempuan itu kerumah kita” pak gun sambil menarik selimut dan beranjak tidur “yasudah!” bu hera sambil mematikan lampu.
          Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar